Sang waktu meluncur dengan pasti, tak terelakkan oleh siapapun juga, menerkam dan menelan segala sesuatu di jagad raya ini. Kalau lepas dari perhatian, waktu meluncur dengan amat cepatnya, seolah-olah baru kita memejamkan mata sebentar saja, bertahun-tahun telah lewat tak terasa. Sebaliknya kalau diperhatikan, sang waktu merayap dengan amat lambatnya, kadang-kadang tak tertahankan oleh kesabaran kita. Nampak jelas betapa cepatnya waktu meluncur lewat kalau kita menengok kebelakang. Seolah-olah masa kanak-kanak kita baru terjadi kemarin dulu!
Waktu meluncur amat cepatnya sehingga kehidupan normal seorang manusia antara enam puluh sampai delapan puluh tahun itu nampak pendek sekali. Dan hal ini membuat kita termenung memikirkan. Di dalam waktu sesingkat itu sebagai manusia hidup, apakah yang telah kita lakukan? Apakah kita mengisi penuh waktu singkat dalam hidup itu hanya dengan mengejar kesenangan? Hanya untuk diombang-ambingkan oleh suka dan duka?
Dihimpit bermacam penderitaan, kekecewaan, kegelisahan, kebencian dan lebih banyak sengsara daripada bahagia? Pernahkah kita mengisi waktu yang sesempit itu dengan perbuatan-perbuatan yang bermanfaat, baik bagi diri sendiri maupun bagi orang lain? Kalau tidak alau belum, mengapa tidak kita lakukan mulai saat ini juga sebelum terlambat, sebelum kita kembali ke dalam tiada? Dan perbuatan yang bermanfaat, baik bagi diri sendiri maupun bagi orang lain dan bagi dunia, hanyalah perbuatan yang lahir dan batin yang penuh cinta kasih. Perbuatan apapun juga, tanpa dasar cinta kasih, adalah palsu dan hanya akan menimbulkan pertentangan batin. Sungguh amat menyedihkan melihat betapa kita sudah hampir kehilangan sinar cinta kasih itu, sehingga hampir semua perbuatan di sekitar kita adalah perbuatan pura-pura, tidak wajar, kesemuanya didasari perhitungan rugi untung, kebaikan-kebaikan yang dilakukan hanyalah kebaikan rugi uutung, bahkan apa yang kita namakan cinta kita juga adalah cinta berdasarkan rugi untung.
Dihimpit bermacam penderitaan, kekecewaan, kegelisahan, kebencian dan lebih banyak sengsara daripada bahagia? Pernahkah kita mengisi waktu yang sesempit itu dengan perbuatan-perbuatan yang bermanfaat, baik bagi diri sendiri maupun bagi orang lain? Kalau tidak alau belum, mengapa tidak kita lakukan mulai saat ini juga sebelum terlambat, sebelum kita kembali ke dalam tiada? Dan perbuatan yang bermanfaat, baik bagi diri sendiri maupun bagi orang lain dan bagi dunia, hanyalah perbuatan yang lahir dan batin yang penuh cinta kasih. Perbuatan apapun juga, tanpa dasar cinta kasih, adalah palsu dan hanya akan menimbulkan pertentangan batin. Sungguh amat menyedihkan melihat betapa kita sudah hampir kehilangan sinar cinta kasih itu, sehingga hampir semua perbuatan di sekitar kita adalah perbuatan pura-pura, tidak wajar, kesemuanya didasari perhitungan rugi untung, kebaikan-kebaikan yang dilakukan hanyalah kebaikan rugi uutung, bahkan apa yang kita namakan cinta kita juga adalah cinta berdasarkan rugi untung.
Kita yang selalu mengejar-ngejar kesenangan itu tak pernah lepas daripada perhitungan rugi untung ini, baik keuntungan lahir maupun keuntungan batin yang dicarinya.Karena itu, setiap gerak perbuatan adalah palsu.
Seandainya ada sedikit ikhlas dihati kita.....





